Pelatihan Emo Demo Dinkes Kab.Blitar Tahun 2019

Metode Emotinal Demonstrasi (Emo Demo) merupakan metode baru yang saat ini sedang dikembangkan oleh GAIN di 5 Kabupaten/Kota yaitu Surabaya, Trenggalek, Jember, Bondowoso, dan Probolinggo. Tak mau ketinggalan, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga tergerak untuk mengenalkan Emo Demo di wilayahnya. Tanggal 17 – 19 September 2019 Pelatihan Emo Demo bagi Kader Taman Posyandu dan tenaga promosi kesehatan telah diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar yang didukung oleh GAIN (Global Alliance for Improved Nutrtion). Kegiatan dibuka oleh Ibu Yuli Susilowati, ST, M.MKes. selaku kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Beliau menegaskan kepada para kader Taman Posyandu terkait pentingnya inovasi metode komunikasi perubahan perilakutentang gizi, salah satunya dengan Emo Demo. Beliau berharap, tenaga promosi kesehatan puskesmas yang saat itu juga dilatih bisa mengawal teknis pelaksanaan Emo Demo di wilayah masing-masing. Kegiatan diikuti oleh 72 orang, yang terdri dari 48 Kader Taman Posyandu dan 24 Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas di STIEKEN Kabupaten Blitar.

Emo Demo merupakan kegiatan yang dilakukan dengan menciptakan momen mengejutkan dengan  meningkatkan emosi terkait perubahan perilaku gizi secara interaktif untuk meminimalisir pemberian informasi kesehatan dengan metode penyuluhan. Emo Demo diciptakan dengan menggabungkan beberapa metode pembelajaran yang berbeda yaitu adanya pemberian informasi dan keterampilan baru, praktik langsung dan eksperimen, serta perasaan. Adapun emosi kunci yang digunakan Emo Demo antara lain: kasih sayang, peningkatan status seseorang, afiliasi, kenyamanan, menjijijikkan, serta menimbulkan cinta dan ketertarikan. Emo Demo memang berbeda dengan metode penyuluhan, saat menyampaikan metode ini fasilitator perlu menciptakan momen “wow”, menjadikan suasana emosional, dan sederhana karena Emo Demo hanya membutuhkan waktu 15 – 20 menit saja.  Emo Demo terdiri dari 12 modul dengan 5 pesan kunci yaitu ASI Eksklusif, cemilan sehat, MP ASI yang beragam dan seimbang, makanan sumber zat besi, dan cuci tangan pakai sabun.

Selama 3 hari pelatihan berlangsung, di sesi akhir Ibu Yuli Susilawati, ST, M.MKes meminta untuk memandu secara langsung sesi penyusunan Rencana tindak lanjut (RTL) kegiatan ini. “Saya perlu mengawal langsung penyusunan RTL kegiatan ini, agar teman-teman wilayah merasa diperhatikan dan memiliki tanggung jawab untuk mencari cara bagaimana Emo Demo bisa segera diimplementasikan di Posyandu”, tukas ibu Yuli saat evaluasi kegiatan hari kedua Bersama para fasilitator dan panitia kegiatan. Adapun RTL yang dihasilkan dari pelatihan tersebut, antara lain: (1) Petugas promosi kesehatan puskesmas dan kader akan melaporkan hasil pelatihan kepada kepala puskesmas, kepala desa/kelurahan, serta Ketua TP PKK Desa/Kelurahan masing-masing  untuk mendapatkan dukungan dari kepala wilayah (2) Kader terlatih dan petugas Promkes Puskesmas akan melakukan koordinasi pelaksanaan  pelatihan Emo Demo di wilayah menggunakan anggaran Dana Desa (3) Terjadwalnya pelaksanaan Emo Demo di Taman Posyandu.