
Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan masih menjadi ancaman kesehatan, terutama bagi bayi dan anak-anak. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat mudah melalui percikan ludah yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Karena tingkat penularannya yang tinggi, campak dapat dengan cepat menyebar di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat bermain anak apabila tidak dilakukan upaya pencegahan yang tepat.
Gejala campak umumnya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Tanda-tanda yang sering muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah dan berair, tubuh terasa lemas, serta berkurangnya nafsu makan. Pada beberapa kasus juga ditemukan bercak putih di dalam mulut yang kemudian diikuti munculnya ruam atau bintik-bintik merah pada kulit yang menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti diare, radang paru-paru (pneumonia), infeksi telinga, hingga radang otak.
Pencegahan campak dapat dilakukan dengan berbagai cara, namun langkah yang paling efektif adalah melalui imunisasi campak sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selain itu, orang tua juga perlu mendukung daya tahan tubuh anak dengan memberikan ASI eksklusif pada bayi, membiasakan cuci tangan pakai sabun, menyediakan makanan bergizi seimbang, memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup, serta mendorong anak untuk aktif bergerak dan berolahraga. Menghindari kontak dengan penderita campak juga penting untuk mencegah penularan.
Mari bersama melindungi anak-anak dari ancaman campak dengan melengkapi imunisasi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Karena setiap anak berhak tumbuh sehat, aktif, dan meraih masa depan yang lebih baik.
![]()