Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam jangka waktu panjang. Kondisi ini menyebabkan tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan standar usianya serta dapat berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, dan meningkatkan risiko penyakit di masa mendatang. Stunting dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurang gizi kronis, pola asuh yang kurang tepat, infeksi berulang, serta sanitasi lingkungan yang buruk, terutama pada periode penting 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui langkah sederhana yang dirangkum dalam konsep ABCDE, yaitu:
A – Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD)
Remaja putri dan ibu hamil perlu rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah untuk mencegah anemia. Kondisi anemia dapat berdampak pada kesehatan ibu selama kehamilan serta memengaruhi tumbuh kembang janin.
B – Bumil teratur periksa kehamilan
Ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali di fasilitas kesehatan. Pada kunjungan pertama dan kelima, pemeriksaan oleh dokter termasuk USG penting dilakukan untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin secara optimal.
C – Cukupi protein hewani
Pemberian protein hewani seperti telur, ikan, dan ayam setiap hari sangat dianjurkan bagi bayi usia di atas 6 bulan dan balita guna mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang optimal.
D – Datang ke Posyandu setiap bulan
Pemantauan rutin di Posyandu penting untuk mengetahui berat badan, tinggi badan, serta perkembangan anak. Selain itu, Posyandu juga menjadi tempat pelayanan imunisasi dan edukasi kesehatan bagi orang tua.
E – Eksklusif ASI selama 6 bulan
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Setelah itu, ASI dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) bergizi seimbang hingga usia dua tahun atau lebih.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
![]()